news24xx.com
Thursday, 21 Jun 2018

KASN Sebut Masih Ada Oknum Jual Beli Jabatan PNS

news24xx


KASN Sebut Masih Ada Oknum Jual Beli Jabatan PNSKASN Sebut Masih Ada Oknum Jual Beli Jabatan PNS

News24xx.com - Pemerintah membuka ribuan kursi Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS) di 2017 ini. Dalam situasi ini, biasanya muncul calo CPNS yang mengaku bisa membantu lewat jalur belakang.

Benarkah?

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengungkapkan bahwa masih ada praktik jual beli jabatan oleh oknum saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pernyataan ini menepis klaim yang menyebut rekrutmen CPNS dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) bersih dari calo dan unsur Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).


"Siapa bilang tidak ada (calo)? Masih tetap terjadi di bawah tangan. Oke lah kalau menteri bilang begitu (tidak ada). Anak Pak Jokowi dan anak Pak Azwar Abubakar tidak lulus CPNS, tapi yang anak Eselon III lulus karena oknum," kata Komisioner KASN, Irham Dilmy dilansir dari Liputan6.com, Senin 11 September 2017 Jakarta.


Irham mengaku, bahwa KASN pernah menerima laporan dari CPNS yang sudah berhasil lulus tes. Namun namanya mendadak hilang. Hal itu masih terjadi pada penerimaan CPNS tahun lalu.


"Kan ada yang anak namanya hilang, diganti. Itu sampai tegang, karena sudah lulus, tiba-tiba tidak jadi karena namanya hilang, nangis-nangislah dia. Itu laporan tahun lalu, ada beberapa (nama)," ungkapnya.


Memang, kata Irham dengan penerapan sistem CAT, materi seleksi sudah cukup bagus dan transparan. Sistem ini pun diklaim bebas dari praktik percaloan dan KKN, namun kata Irham, faktanya di lapangan masih terjadi jual beli jabatan.


"Memang sudah pakai CAT, dites, materi sudah bagus dan transparan, tapi tetap saja ada tukang kompornya. Oknum masih ada saja tidak cuma satu dua jabatan, tapi bisa 50 posisi yang diperjualbelikan. Ya mudah-mudahan saya salah, tapi tahun lalu masih ada laporan begitu," keluh Irham.


Dikatakannya, solusinya adalah pihak ketiga guna menghindari praktik jual beli jabatan terjadi lagi.


"Menurut saya serahkan saja ke pihak ketiga, yaitu satu kontraktor yang punya kompetensi, ahli-ahli psikologi untuk melaksanakannya," katanya


Jika misalnya ada yang melanggar aturan, kata dia bisa dicopot langsung itu hukumannya. Karena kalau dilakukan rekrutmen sendiri, pasti masih ada oknum yang bermain

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...