news24xx.com
Thursday, 21 Jun 2018

Bangladesh bangun 14 ribu camp untuk pengungsi Rohingya

news24xx


Pengungsi RohingyaPengungsi Rohingya

News24xx.com - Bangladesh akan membangun 14 ribu tempat penampungan baru bagi pengungsi pengungsi Rohingya. Kamp baru itu dimaksudkan untuk menampung ratusan ribu pengungsi Rohingya yang saat ini dipaksa tidur di trotoar, di tengah lapangan, dan di daerah perbukitan setempat.

Penghitungan terakhir PBB terhadap 400 ribu warga negara bagian tersebut mencatat bahwa Rohingya telah tiba di Bangladesh, sejak konflik tersebut pecah di negara bagian Rakhine, Myanmar pada 25 Agustus. Serangan militan Rohingya terhadap polisi dan operasi militer memicu Burma besar memaksa eksodus warga negara Rohingya.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (16/9), pihak berwenang Bangladesh menyatakan bahwa kamp baru tersebut akan membangun sebidang tanah seluas 800 hektar, yang terletak di dekat salah satu kamp pengungsi yang ada di Cox's Bazar, dekat perbatasan dengan Myanmar.

"Pemerintah telah memutuskan untuk membangun tempat penampungan untuk 14 ribu kamp yang terdiri dari sekitar 400 ribu warga Rohingya," kata Menteri Penanggulangan Bencana Bangladesh, Kamal Shah, kepada AFP.

"Kami diminta untuk membangun kamp penampungan dalam waktu 10 hari. Setiap kamp dapat menampung enam keluarga," tambahnya, sambil menyatakan setiap kamp akan disediakan tempat berlindung, aliran air, sanitasi dan fasilitas medis. "Kami akan mendapatkan bantuan dari badan-badan PBB," katanya.

Shah Kamal menambahkan bahwa Departemen Kesejahteraan Sosial Bangladesh akan merawat anak-anak Rohingya yang kehilangan orang tua mereka atau yang datang ke Bangalesh tanpa didampingi oleh keluarga mereka.

Pakar hak asasi manusia lokal, Nur Khan Liton, mencela Pemerintah Bangladesh atas kekacauan penyaluran bantuan kemanusiaan. Setiap kali truk bantuan kemanusiaan tiba di tempat penampungan, area perkemahan selalu terjadi pertarungan yang menyebabkan perkelahian. Koresponden AFP di lokasi kejadian menyaksikan langsung insiden semacam ini.

"Pengungsi terus masuk, tapi tidak ada upaya untuk menerapkan disiplin dan ketertiban dalam penyaluran bantuan. Koordinasi yang kurang antara Pemerintah dengan badan-badan kemanusiaan terjadi," katanya.

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...