news24xx.com
Thursday, 21 Jun 2018

Jakarta Peringkat 12 sebagai Kota Terburuk bagi Pengendara

news24xx


ilustrasiilustrasi

News24xx.com - Penyedia onderdil mobil di Jerman, kfzteile24, melakukan survei terhadap 100 kota besar di dunia terkait dengan kondisi kota. Beberapa kota teratas di 100 kota disebut sebagai kota yang ramah terhadap pengendara, sementara kota yang paling jauh berada dalam kategori terburuk kota untuk pengendara.

Di situs resminya, kfzteile24 menyebutkan, untuk mengetahui 50 kota terbaik dan 50 kota terburuk. Untuk penilaian ini, pihaknya  memeriksa 500 kota teratas dengan jumlah kendaraan terdaftar tertinggi. Melihat kota dengan data lalu lintas paling banyak, kfzteile24 memutuskan untuk mensurvei 100 kota ini.

"Perencanaan kota yang buruk atau kurangnya pendidikan sipil dapat membuat pengalaman mengemudi yang paling menegangkan bagi seseorang. Kami berharap studi ini akan bertindak sebagai katalis bagi kota-kota dalam peringkat negatif untuk investasi jalan yang lebih aman, bersih, dan lebih efisien," kata CMO kfzteile24 , Thomas Kloubert.

Studi ini diambil berdasarkan analisis tingkat kemacetan, biaya rata-rata yang digunakan untuk pengendara untuk parkir dan bahan bakar, kecepatan jalan rata-rata, tingkat polusi udara, jumlah korban kecelakaan lalu lintas dan kualitas jalan.

Ini adalah daftar 10 kota terburuk versi kfzteile24.
1. Kolkata, India: 69 persen kemacetan, kecepatan rata-rata dari bandara ke pusat kota 18 km / jam.
2. Karachi, Pakistan: 59% kemacetan, kecepatan rata-rata 18 km / jam.
3. Lagos, Nigeria: 60 persen kemacetan, rata-rata kecepatan 17,2 km / jam.
4. Ulan Bator, Mongolia: 65% kemacetan, kecepatan rata-rata 35 km / jam.
5. Mumbai, India: kemacetan 67%, kecepatan rata-rata 13 km / jam.
6. Bangalore, India: 64% kemacetan, kecepatan rata-rata 30 km / jam.
7. Ho Chi Minh City, Vietnam: 64% kemacetan, kecepatan rata-rata 23,9 km / jam.
8. Bogota, Kolombia: 48% kemacetan, kecepatan rata-rata 20,1 km / jam.
9. Mexico City, Meksiko: 66 persen kemacetan, kecepatan rata-rata 28,1 km / jam,
10. Istanbul, Turki: 49% kemacetan, kecepatan rata-rata 18,9 km / jam.

Sementara kota terbesar di Indonesia, Jakarta berada di peringkat ke-14 dalam 20 daftar kota terburuk untuk pengemudi. Jakarta, menurut survei kfzteile24, memiliki tingkat kemacetan 58 persen, nilai transportasi alternatif adalah 1,09, nilai biaya parkir 0,38, kecepatan rata-rata dari bandara ke pusat kota 17,5 mil per jam, polusi udara 2,09, kecelakaan korban 2,66, nilai kualitas jalan 3,93, dan nilai kekerasan jalanan 3,68.***

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...