news24xx.com
Thursday, 21 Jun 2018

Diperiksa 10 Jam di Bandara Hongkong, Ustadz Ali Ambar dari Bengkalis Dideportasi

news24xx


Ustadz Ali AmbarUstadz Ali Ambar

News24xx.com - Setelah kejadian Ustadz Abdul Somad yang ditolak masuk ke Hongkong untuk berdakwah beberapa waktu lalu, kejadian serupa menolak Ulama dari Indonesia kembali terulang. Kali ini, menimpa Ustadz Ali Ambar yang juga Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.


Ustadz Ali Ambar berencana akan mengisi dakwah selama satu bulan di Hongkong. Namun rencana itu kandas, setelah pihak Imigrasi Bandara Hongkong mendeportasi dirinya dengan alasan yang tidak jelas.

Kejadiannya menurut Ali Ambar, seperti dikutip dari laman Facebooknya, Rabu 21 Februari 2018 pada pukul 00.00 WIB menceritakan bahwa dirinya dilakukan pemeriksaan oleh otoritas Bandara Hongkong selama 10 Jam lamanya, saat dia tiba di sana.

Kita hanya merencanakan Tapi Allah yang memutuskan. Rencana satu bulan ternyata 10 jam itulah yang pas dalam perjalanan saya ke Hongkong ketika maskapai penerbangan CATHAY PACIFIC mendarat di Bandara Internasional pukul 6 WHK saya keluar menuju Imigrasi setelah mengisi form sesuai petunjuk dengan lengkap. Ketika ditanya baru pertama masuk Hongkong saya jawab dengan Bahasa Inggris yang pernah dipelajari di pondok dulu ya tuan. Selanjutnya petugas imigrasi menanyakan mana visa masuk?.

Saya tunjukkan undangan dari Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Hongkong lengkap dengan alamat, ketika itu paspor saya ditahan dan dikasih ke petugas lain. Saya sudah mengira jangan jangan bermasalah. Mereka menghubungi pihak dompet dhuafa namun tidak dijawab katanya, (Wallahu'alam). Saya tetap memberi penjelasan dengan tenang sesuai kemampuan bahasa yang saya miliki.

Hampir satu jam kemudian saya dibawa ke ruangan khusus diinterogasi oleh seorang wanita dari pihak Imigrasi ternyata di situ ada 2 orang bekewarganegaraan India bernasib sama.

Sampai jam 9 WHK saya masih menunggu informasi, mau menghubungi Ustdz Muhammad Ilham pimpinan DD Cabang Hongkong tidak bisa disebabkan jaringan sudah berbeda. Di sela sela pemeriksaan saya dapat sms dari Ustadz Ali Bastoni dan Alnof, saya bingung di negeri orang dengan bahasa dan budaya berbeda, kadang mereka terkesan arogan.

Saya sama sekali tidak bisa berkomunikasi karena tidak punya Sim Card Hongkong, dengan kondisi ngantuk dan rasa lapar yang tak terhingga saya bertahan. Akhirnya saya dibawa ke ruangan yang lebih khusus di belakang. Ternyata banyak orang India dan 2 orang perempuan dari Ukraina yang barangkali masalahnya sama.

Kemudian, selanjutnya pukul 10.30 WHK istri nelpon menanyakan apa sudah sampai di HK. Saya belum ngasi kabar karena diperkirakan jam 6 pagi saya sampai tentulah orang rumah ghisau.


Ternyata di ruangan khusus diminta tandatangan untuk dideportasi.

"Saya pun kaget, kecewa dan sedih ketika itu saya sms Ustadz Ali Bastoni di Pekanbaru dia pun kaget tapi dia menenangkan dan menghibur saya. Akhirnya saya berserah diri kepada Allah semua dalam perjalanan hidup ini tidak terlepas dari hikmah," katanya.

Walaupun merasa sedih dan kecewa. Apalagi pemeriksaan super ketat dan bolak balik dari satu ruang ke ruang lain, sampai jam 12 siang baru dikasih makan dan tempat istirhat.

"Ketika saya dibangunkan karena siap siap mau dipulangkan ke Tanah Air. Saya minta izin shalat di ruangan petugas Imigrasi kamar belakang, sekali lagi saya mengadu sama Allah mungkin ini jalan terbaik," ujarnya.

Akhirnya, dia pun ikhlas untuk pulang bismillahirahmanirahim.

"Saya dijaga bahkan diantar oleh pihak Imigrasi sampai ke pintu pesawat, paspor dipegang dan tidak boleh mengambil gambar. Saya coba mengambil gambar Bandara Hongkong bertaraf internasional mengingatkan saya di bandara Changi Singapore yang begitu sibuk dan indah. Saya sms Ustadz Alibastoni tolong kabari kawan kawan bahwa saya pulang, kasi juga kabar kepada istri saya dan ustadz Subli (saya tulis di rungan khusus di Bandara Hongkong), 20/2/18.(***)

news24xx/pad/hari/HPN

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...