news24xx.com
Thursday, 21 Jun 2018

Hotel Ini Jadi Saksi Bisu Penculikan dan Pemerkosaan Ratusan Wanita Muslim di Bosnia

news24xx


Vilina VlasVilina Vlas

News24xx.com - Setiap bangunan pasti memiliki sejarahnya sendiri. Seperti kisah sebuah hotel di Bosnia yang terkenal dengan spa air panasnya. Vilina Vlas merupakan hotel spa yang terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Hotel ini menawarkan 134 kamar, dua restoran dan kolam renang indoor. Tak lupa pemandian air panas alaminya yang begitu terkenal.


Tapi tahukah Anda, bila hotel ini punya sejarah kelam yang sangat mengerikan ?
Berada di Kota Visegrad, hotel ini terlihat cukup sederhana di balik atap yang berwarna merah dan dinding putih.

Namun dibalik kesederhanaannya, bangunan itu menjadi saksi bisu pemerkosaan dan pembunuhan etnis Muslim Bosnia dari Perang Bosnia. Pada tahun 1991 ada sekitar 23.000 orang yang tinggal di Visegrad, dua pertiga dari mereka beragama Islam. Saat itu mereka hidup damai.

Namun semuanya berubah. Dimulai pada tahun 1992, perang Bosnia pecah. Satu kelompok Serbia yang bernama White Eagles menyerang Visegrad yang mayoritas adalah penduduk muslim.

 


Korban perang



Vilina Vlas pun dibuat menjadi markas besar White Eagles yang dipimpin oleh Milan Lukic. Disana, ratusan pria tinggal sambil menyiapkan strategi perang. Lambat laun, satu per satu wanita diculik dan dibawa ke Vilina Vlas. Di bangunan itu, mereka diperkosa secara bergiliran.


Salah para korban yang berhasil selamat, Vilina Vlas adalah tempat yang mengerikan. Di dalam gedung, suara jeritan dan tangis anak-anak gadis akan terdengar dari dalam gedung. Gadis-gadis tersebut dikunci di kamar, sampai salah satu anggota White Eagles datang dan memilih satu dari sekian banyak gadis untuk diperkosa. Kebanyakan dari mereka tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Tak hanya itu, sekitar 49 penduduk muslim pria dibakar hidup-hidup di dalam Vilina Vlas dan sekitar 100 anak-anak dibunuh dan dibuang ke sungai.


Setelah perang berakhir, Milan Lukic melarikan diri dan bersembunyi. Namun akhirnya ia diadili di pengadilan pidana internasional di Den Haag, Belanda.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Lukic dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Pemerintah pun memutuskan untuk menjadikan Vilina Vlas menjadi tempat usaha dan bisnis. Namun tampaknya sejarah kelam Visegrad seperti ditutup rapat. Bisa dibilang, jejak-jejak kelam kota ini memang sengaja ingin dihapus.


Hal ini terlihat dari kesaksian walikota Visegrad, Mladen Djurevic di pengadilan internasional Den Haag. Mladen Djurevic membantah pernah mendengar tentang pemerkosaan, penyiksaan, atau pembunuhan di Vilina Vlas.

 

 

 

 

News24xx.com/dev/red

NEWS24XX.COM

Can be read in English and 100 other International languages





loading...
Versi Mobile
Loading...