Harga Beras Lokal Jenis Premium dan Medium Terus Turun

News


News24xx.com -   Harga beras lokal di sejumlah agen beras di Jakarta terpantau mengalami penurunan pada Jumat (1/3). Beras dengan jenis premium dan medium yang harga sebelumnya meroket, kini berangsur-angsur menurun pascapemilu.

Hal ini yang terlihat di sebuah Agen Beras Berkah di Jalan Pasar Inpress, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyebut harga beras sudah mulai turun dan stok beras aman sejak kemarin. Salah satunya beras pulen premium merek Kelapa Solo sudah mengalami penurunan sebesar Rp30.000 per karungnya.

“Beras Kelapa Solo, dari Rp 780.000 sekarang Rp 750.000. Itu satu karung isi 50 kilogram. Sekilonya Rp 14.500. Ada juga merek Bunga yang premium, sekilonya Rp 11.500,” kata Ina, pegawai Agen Beras Berkah yang dikutip Jumat (1/3).

Hal yang sama juga disampaikan Tuti, pemilik Agen Beras Barokah Jaya di Jalan Duren, Cilincing, Jakarta Utara, yang mengaku harga beras lokal jenis premium mulai membaik, begitupun jenis medium.

“Alhamdulillah sih semenjak Pemilu kemarin sudah mulai turun. Kalo kemarin kan harga beras premium sudah Rp16.000 sampai Rp16.000 lebih, kalau sekarang Rp15.000 sampai Rp15.500. Kalau yang mediumnya Rp14.000 sudah ada,” ujar Tuti.

“Beras yang dijual selama ini diambil dari daerah Karawang, Indramayu, Subang. Ada dari Cipinang, Pasar Induk juga. Sudah mulai turun,” tambah Tuti.

Di Agen Beras Syifa Jaya, Jalan Pasar Mencos, Cilincing, Jakarta Utara, harga beras premium dari yang tadinya Rp15.500 kini berada di kisaran Rp14.400. Sedangkan beras medium di angka Rp13.100, dari yang tadinya Rp14.400. “Kalau kami ngambilnya dari Demak, Solo, Karawang, dari Cipinang nggak pernah ngambil,” kata Rizki, pegawai agen beras.

Ada juga di Agen Beras Idola Az Zahra, yang di beberapa merek beras premium sudah mengalami penurunan harga dari sekitar Rp15.000 sampai Rp16.000, kini Rp14.000. Sementara di agen tersebut, harga beras medium kini Rp12.000 hingga Rp13.000. “Kami belinya di Cipinang, untuk stok beras hanya lokal, tidak ada yang impor,” ucap Budi, pemilik agen. ***