Mahasiswa Serbu Mapolda Metro Jaya, Ojol dan Warga Geruduk Mako Brimob Kwitang

Mahasiswa Serbu Mapolda Metro Jaya, Ojol dan Warga Geruduk Mako Brimob Kwitang - Image Caption


News24xx.com -  Ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Paramadina serbu Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025) sore. Mereka menggelar  unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Mereka mengenakan jas almamater berwarna kuning dan biru sembari orasi di depan personel polisi yang melakukan pengaman ekstra. Unjuk rasa ini sebagai bentuk protes mahasiswa kepada pihak kepolisian terkait tewasnya Affan Kurnia yang dilindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya.

Kehadiran mahasiswa ini membuat polisi menutup rapat pintu gerbang masuk Mapolda Metro Jaya. Massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akhirnya ditemui Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono.

Dalam dialog, Brigjen Dekananto berjanji mengusut tuntas kasus kematian Affan. Namun para mahasiswa memperlihatkan kekecewaannya atas tindakan aparat polisi yang melindas Affan hingga tewa secara mengenaskan. “Polisi harus jadi pengaman masyarakat bukan justru pembunuh,” teriak para mahasiswa.

Di hadapan para mahasiswa, Brigjen Dekananto nengatakan, pihaknya menghargai penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa. Pihaknya juga paham atas situasi kebatinan massa pasca kematian Affan.

Dijelaskan, saat ini tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya sudah diproses terkait kematian Affan. “Kami sampaikan bapak Kapolda berkomitmen, kasus ini akan diusut tuntas,” tegasnya. Polda Metro Jaya lanjut Brigjen Dekananto juga berkoordinasi dengan jajaran untuk membebaskan massa aksi yang sempat diamankan.

Sementara itu, ratusan massa dari aliansi ojek online (ojol) dan warga, Jumat siang kembali menggeruduk Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Massa terlihat membawa bambu, batu dan petasan untuk memprovokasi barikade aparat Brimob.

Massa melemparkan petasan ke arah barikade dan markas Brimob Kwitang. Massa juga melempar batu ke aparat Brimob sambil berteriak “pembunuh”. Aksi ini buntut tewasnya Affan Kurnia pengemudi ojol yang dilindas di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) malam.

Namun aparat Brimob tetap tenang, tidak menyerang balik dengan gas air mata. Arus lalu lintas di Jalan Kramat Kwitang dari arah Senen menuju Tugu Tani maupun sebaliknya ditutup total.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap tujuh anggota Brimob atas kematian Affan. Mereka dinyatakan terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian.

Irjen Karim menjamin kasus kematian Affan pasti diusut tuntas. Ketujuh anggota Brimob itu, Bripka R pengemudi, Kompol C duduk di sebelah pengemudi. Sedangkan Aipda R, Briptu D, Bripda M, Bharaka J dan Bharaka Y kelimanya duduk di belakang.  ***