Pesawat Antariksa Perekam Miliaran Bintang 'Tolak' Dipensiunkan

Pesawat Antariksa Perekam Miliaran Bintang 'Tolak' Dipensiunkan - Image Caption
News24xx.com - Saat bersiap mematikan pesawat antariksa Gaia, Badan Antariksa Eropa atau ESA (European Space Agency), menemui hambatan tidak biasa. Wahana antariksa itu, yang telah menciptakan peta tiga dimensi sangat terperinci dari lebih dari semiliar bintang di seluruh Bima Sakti dan sekitarnya, sangat sulit dimatikan.
"Mematikan wahana antariksa di akhir misinya terdengar seperti pekerjaan yang cukup mudah. Namun wahana antariksa sebenarnya tidak ingin dimatikan," kata operator wahana antariksa Gaia, Tiago Nogueira.
Para kreator Gaia membuatnya sangat tangguh menghadapi lingkungan tidak bersahabat. "Gaia dirancang untuk menahan kegagalan seperti badai radiasi, dampak mikrometeorit, atau hilangnya komunikasi dengan Bumi," jelas Nogueira yang dikutip detikINET dari Futurism.
Gaia memiliki beberapa sistem yang memastikannya dapat selalu boot ulang dan melanjutkan operasi jika terjadi gangguan. Akibatnya, tim harus merancang strategi penghentian operasional khusus. Ilmuwan tak ingin Gaia aktif kembali di masa mendatang jika panel suryanya menemukan sinar Matahari.
Observatorium luar angkasa tersebut diluncurkan tahun 2013 untuk membuat katalog luar angkasa terbesar dalam sejarah. Gaia memetakan Bima Sakti dengan tingkat detail yang belum pernah dicapai sebelumnya. Bertahun-tahun, ia mencatat posisi, gerakan, jarak, dan sifat fisik hampir 2 miliar bintang.
Data yang dihasilkan merevolusi pemahaman kita tentang struktur dan evolusi galaksi, dan memberikan wawasan tentang segala hal mulai dari lubang hitam dan eksoplanet hingga asteroid, komet, dan galaksi yang jauh.
"Rilis data Gaia yang ekstensif merupakan harta karun yang unik untuk penelitian astrofisika, dan memengaruhi hampir semua disiplin ilmu dalam astronomi," kata ilmuwan Proyek Gaia Johannes Sahlmann.
Namun setelah lebih dari satu dekade, Gaia mencapai usia pensiun. Dalam satu aktivitas terakhir minggu lalu, ia pindah ke orbit pensiun stabil di sekitar Matahari untuk memastikan ia tidak akan pernah mendekati Bumi setidaknya selama 100 tahun ke depan.
Para ilmuwan menonaktifkan instrumen dan subsistemnya satu per satu. Tim kemudian sengaja merusak perangkat lunak di dalamnya untuk memastikannya tidak akan menyala kembali. ***